Pages

Senin, 29 Oktober 2018

Sastra

Hai kawan...



Puisi


Tak paham apa yang akan kujelaskan
Tulisan ini terlalu acak - acakan
Jangan kau harap dapatkan eloknya bait - bait
Melihatnya saja, mungkin matamu akan sakit
Aku tak tahu menamainya apa
Kau bilang beri judul "Puisi" saja
Ah, sudahlah jangan dibaca
Coretanku ini nukan apa - apa
Toh aku juga bukan pujangga
Dengan jutaan sajak bersuara
Aku cuma si amatir
Yang menulis pun ketar - ketir...

Sabtu, 27 Oktober 2018

Insomnia

Hai kawan.. 

Insom

Sisa letih kemarin sore bergumul di badan
Beragam soal masih riuh di pikiran
Saling menindih tanpa pamrih
Ini sudah pukul dua 
Aku masih diam terjaga
Mataku tak juga mengatup
Pendarnya sulit meredup 
Malam mengejek metodeku
Kunang - kunang menertawaiku 
Bintang timur ikut meledekku
"Cukup"! teriakku
Terkahir kupakda diri selami Buana mimpi
Selamat malam para anak Adam
Atau selamat pagi? 


Kematian

Hai teman - teman...

Padam


Mereka bilang kematian itu akhir segalanya
Mereka bilang kematian itu sakit
Mereka bilang kematian itu membawamu dalam kedamaian
Nyatanya tak sesederhana itu
Nyatanya tak semudah itu
Nyatanya tak senyaman itu
Amal dan dosa menunggu untuk ditimbang
Malaikat menunggu membawa godam
Hidup itu tak enak
Mati juga tak senang.. 

Angka dan Aksara

Haii teman-teman...

Angka dan Aksara


Salahkah ibuku yang buatku jatuh Cinta pada aksara
Meski duniaku telah dipenuhi angka tapi hobiku mengeja
Tiap - tiap kata kehidupan
Aku sudah menghafalnya sebagian
Jangan tuntut aku untuk memilih diantara keduanya
Mereka memberiku nyawa
Kusambung hidup dari angka
Kuhidupkan pikiran dengan aksara... 


Pulang

Hai kawan..

Bimbang


Jangan paksa aku untuk mengoceh
Tak tahu dari mana tinta mulai kutoreh
Gagal sudah
Aku kalah
Kuingin pulang kerumah
Tapi tak tahu arah
Ke Utara ku berjalan
Kurangnya amat sangat dalam
Ke Selatan ku berlari
Apinya tak biarkan aku pergi
Dimana pelita di ujung lorong? 
Dengan gembira ku songsong
Kubutuh cahaya agar tak kosong
Bukankah kau tadi akan menolong? 
Kutunggu di stasiun kota
Sudikah kau menjemputku di sana?.. 

Sepotong Imaji

Assalamualaikum Wr. Wb

Imajinasi



Kuberi nasihat singkat
Duduk dan dengarkanlah
Jangan suapi imajimu dengan kebebasan
Jangan biarkan ia berkelana sendiri mencari kepuasan 
Jangan biarkan ia menjelma menjadi sosok menyeramkan
Rengkuhlah jiwanya dalam kedamaian 
Tabahkan nuraninya dalam kelembutan
Namun jangan kungkung raga dan jiwanya dalam kesunyian 
Membisukannya dalam keheningan
Izinkan tangannya bermain dalam batasan
Selamat menuntunnya , Tuhan.... 

Selasa, 02 Oktober 2018

Puisi Pelipur Lara, Rindukan Siapa ?

Assalamualaikum.Wr.Wb
Kali ini saya membuat puisi tentang cinta ...



Pelipur Lara 





Kau bilang kau selalu lukiskan garis senyum dibibirku,
dengan telunjukmu.
Ketika yang kulakukan menangis sendu dalam pelukmu

Mengarang garis tawa dari bibirku ke pipiku
Melewati air mata yang sering turun waktu itu

Detik ini,
Aku wanita yang paling bahagia di bumi.
Dan kau megulum senyum melihatku
Karena dirimu,
Adalah alasan di balik semua itu